“Yaudah, kalau gitu Mas Zeo lebih baik istirahat aja!” Zoya sedikit kesal karena Zeo masih belum mengingat apapun, walaupun hanya sedikit. Daripada moodnya berantakan ia mengakhiri obrolan mereka dengan meminta Zeo untuk istirahat. “Maaf!” lirih Zeo “Nggak papa, mas.” “Zoya keluar dulu!” tanpa menunggu jawaban suaminya Zoya pergi begitu saja meninggalkan kamar. Zeo terlihat cemberut setelah kepergian istrinya. Ia tahu Zoya sedang menahan rasa kesal, tapi di satu sisi ia tidak bisa melakukan apa-apa. Bahkan Zeo tidak menginginkan hal ini terjadi. “Apa yang harus aku lakukan agar ingatanku segera kembali?” gumamnya *** Pukul 22.00 Ceklek Di saat yang bersamaan Zeo dan Zoya membuka pintu. Hal yang membedakan adalah Zeo membuka pintu kamar, sedangkan Zoya membuka pintu kamar

