Ingin di Manja

1645 Kata

Pagi itu, sinar matahari menembus lembut jendela rumah sakit, menciptakan suasana tenang di ruang rawat VIP tempat Elvan dirawat. Aroma antiseptik bercampur dengan wangi bunga segar yang dikirimkan oleh Kakek Malik. Di sisi ranjang, Cindera duduk dengan wajah masih sedikit pucat, mengenakan jas dokter putih dan masker yang menutupi separuh wajahnya. Ia baru saja pulih dari sakitnya sendiri, tapi tetap datang memeriksa kondisi Elvan sesuai permintaan Kakek Malik. Elvan yang bersandar di tempat tidur menatap Cindera dengan tatapan lembut namun sedikit nakal. “Kamu nggak usah terlalu formal gitu, Dokter Cindera,” ujarnya dengan senyum tipis. “Aku kan pasien istimewa.” Cindera menghela napas pelan, berusaha menahan senyum. “Pasien istimewa tapi masih bisa menggoda, ya? Sepertinya kondisinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN