Mandi Bareng?

1310 Kata

Udara di kamar suite itu hangat, remang, dan penuh aroma bunga dari dekorasi pernikahan semalam. Setelah sarapan selesai, Cindera meletakkan sendok dan menyandarkan tubuhnya pada sofa, mengusap pelipis karena masih lelah. Elvan memperhatikannya beberapa saat. Tatapan itu… lembut, hangat, tapi juga penuh hasrat yang ia tahan sejak tadi malam karena tidak ingin memaksa. “Aku bawa kamu istirahat,” kata Elvan pelan. Tanpa memberi waktu bagi Cindera untuk menolak, Elvan meraih pinggang istrinya dan mengangkatnya perlahan. Cindera terkejut, kedua tangan refleks melingkar di leher Elvan. “Elvan… aku bisa jalan sendiri,” bisiknya malu. “Aku tahu,” jawab Elvan, suaranya berat. “Tapi aku suka gini.” Perlahan, ia meletakkan Cindera di ranjang — ranjang luas berseprai putih yang masih rapi. Cin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN