Venesia...-2

1139 Kata

“Entahlah, itu privasi mereka.” Halim tidak mau membahas lebih lanjut. “Sepertinya hanya aku yang belum pernah bertemu dengan wanita yang kalian bahas ini.” Ujar Aric, masuk pembicaraan si kembar. “Kamu penasaran?” Aric menggeleng kecil, “sedikit karena Hamish tampak tertarik.” Hamish tergelak kecil, “Lea memang cantik, sejak kecil paras cantiknya sudah terlihat. Tapi, aku menganggapnya seperti saudari sendiri. Dia putri dari Om Putra. Teman baik Ayah dan Bunda. Tidak lebih.” “Jangan menyangkal sampai mengatakan gadis itu bukan tipemu, Hamish.” Mata Hamish memicing menatap Aric, “kenapa? Sepertimu?” Aric menunduk sembari jemarinya menyingkirkan helai rambut yang menghalangi wajah cantik Vanya, seketika Hamish tahu maksud sepupunya. “Sepertimu, bukan?” ulang Hamish. Kepala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN