Vanya memeluk Lou erat, liburan mereka berlalu begitu cepat. Pasti karena Lou orang yang menyenangkan, Vanya jadi tidak rela kebersamaan mereka sudah berakhir. Lou dan Halim harus kembali ke Jerman kecuali Hamish yang akan langsung kembali ke Jakarta lusa. Hamish masih akan tinggal di Roma, pastinya mengganggu Aric dan Vanya. “Tiga hari terlalu singkat, aku masih betah. Apalagi bersamamu menyenangkan, seperti aku menemui teman lama.” Ucapnya. “Memang terlalu singkat.” Tanggap Vanya Lou tersenyum kecil, “kami harus selesaikan urusan, sebelum pulang ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan Ka Aurora.” “Kalau begitu kabari aku, ambil waktu liburmu dan kita bisa pergi bersama lagi.” Lou mengangguk semangat, kembali memeluk Vanya, “sampai berjumpa di Jakarta nanti. Heum, kamu akan hadir di