Rafa 3

2239 Kata

Beberapa menit setelah pesan itu, pintu ruang kerja Rafa kembali diketuk pelan. Rafa sudah lebih dulu berdiri dari kursinya. Tanpa berpikir panjang ia mengambil rangkaian bunga dari atas meja lalu memindahkannya ke dekat rak buku di sudut ruangan. Tempat itu cukup tersembunyi, tidak langsung terlihat dari arah pintu. Setelah memastikan bunga itu tidak mencolok, Rafa kembali ke kursinya. “Masuk,” ucapnya datar. Pintu terbuka perlahan. Sofia masuk dengan langkah ringan. Wanita itu mengenakan kemeja kerja berwarna lembut dengan rok formal yang membuat penampilannya terlihat rapi dan elegan seperti biasa. Rambutnya tertata rapi, make up-nya tipis namun mempertegas kecantikannya. Sofia tersenyum lembut begitu melihat Rafa. “Selamat pagi,” sapanya dengan nada manja yang hanya ia gunakan k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN