Beberapa bulan berlalu dengan ritme yang jauh lebih tenang. Perut Mila kini semakin membesar. Langkahnya menjadi lebih pelan, namun wajahnya justru tampak lebih cerah dibandingkan sebelumnya. Morning sickness sudah lama berkurang, dan nafsu makannya kembali normal. Rumah yang dulu sempat terasa sunyi perlahan berubah suasananya. Kini dipenuhi hal-hal kecil yang hangat. Ada suara diskusi tentang nama bayi. Ada daftar belanja perlengkapan bayi yang ditempel di kulkas. Ada tumpukan pakaian bayi mungil yang baru dibeli dan belum sempat dicuci. Dan di tengah semua itu— Sinta menjadi orang yang paling sibuk. Ia yang merapikan kamar calon adiknya, menyusun baju-baju kecil itu berdasarkan ukuran dan warna, hingga mencatat jadwal kontrol kehamilan Mila di kalender besar di ruang makan. Su

