Seiring bertambahnya usia kehamilan, kondisi Mila tidak berjalan semudah yang mereka bayangkan. Di usia yang sudah tidak muda lagi, tubuhnya harus bekerja jauh lebih keras untuk mempertahankan kehidupan yang tumbuh di dalamnya. Apa yang awalnya terasa seperti keajaiban, perlahan juga membawa ujian yang tidak ringan. Morning sickness yang dialaminya tidak seperti mual biasa. Hampir setiap pagi—bahkan sering hingga siang dan malam—Mila harus bolak-balik ke kamar mandi. Bau makanan yang dulu ia sukai kini justru membuat perutnya terasa berputar. Aroma nasi hangat saja sudah cukup membuatnya ingin muntah. Akibatnya, ia kesulitan makan. Beberapa hari ia hanya mampu menelan beberapa sendok bubur atau minum air hangat sedikit demi sedikit. Tubuhnya menjadi lemah. Wajahnya pucat, dan lingkara

