Damar 42

2486 Kata

Di usia yang sudah tak muda lagi, ketika rambut mereka mulai dipenuhi helai-helai putih dan langkah kaki tak lagi secepat dulu, Damar dan Mila justru menerima kabar yang tak pernah mereka bayangkan sepanjang hidup: mereka akan memiliki anak. Kabar itu datang seperti hujan di musim kemarau—mengagetkan, hampir tak masuk akal, dan membuat keduanya tak tahu harus tertawa atau menangis. Selama lebih dari dua puluh tahun pernikahan mereka, anak selalu menjadi doa yang tak pernah absen dalam setiap sujud Mila. Namun doa itu tak kunjung terjawab. Pemeriksaan medis yang berulang akhirnya membawa mereka pada kenyataan pahit: Damar dinyatakan mandul. Hari ketika dokter menyampaikan hasil itu adalah hari yang tidak pernah benar-benar hilang dari ingatan mereka. Damar duduk diam di kursi ruang prak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN