Bab 7 Damar 7

2243 Kata

Sinta tidak tuli. Ia mendengar nada suara yang meninggi, pintu yang ditutup terlalu keras, dan jeda sunyi yang terasa jauh lebih menyesakkan daripada teriakan. Pertengkaran kecil antara Rama dan Damar, yang awalnya hanya berupa adu argumen singkat, kini kian hari kian memanas. Dan meski tak satupun dari mereka melibatkan Sinta secara langsung, gadis itu merasakannya—seperti getaran halus yang merambat di dinding rumah, menyusup ke dadanya. Di luar, Sinta tetap ceria. Ia masih tertawa, masih bercerita tentang sekolah, masih berusaha membuat Mila tersenyum. Namun di balik sikap itu, ada ketakutan yang tak pernah ia ucapkan. Ketakutan akan perubahan. Kekhawatiran bahwa rumah yang selama ini terasa aman perlahan retak, dan ia tak tahu harus berdiri di mana ketika retakan itu semakin lebar. M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN