Menjadi orang tua tak pernah benar-benar sesederhana yang terlihat dari luar. Di balik senyum dan tawa, selalu ada kekhawatiran kecil yang tumbuh diam-diam—tentang masa depan, tentang keputusan yang diambil hari ini, dan tentang luka-luka yang mungkin tanpa sengaja tercipta. Namun sejauh ini, Mila dan Damar nyaris tak merasakan beratnya peran itu. Rama dan Sinta hadir dalam hidup mereka seperti dua keping ketenangan. Rama, yang kini menginjak usia sepuluh tahun, tumbuh menjadi anak yang pendiam namun peka. Ia jarang meminta, lebih sering mengamati. Matanya selalu menangkap hal-hal kecil yang luput dari perhatian orang dewasa—nada suara yang berubah, senyum yang terlalu dipaksakan. Sementara Sinta, enam tahun, adalah kebalikannya. Ceria, lincah, dan penuh tanya. Tawanya mudah pecah, mengis

