Damar mendapat tugas dinas luar kota hampir tiga hari lamanya. Perjalanan itu melelahkan, penuh rapat, inspeksi lapangan, dan diskusi panjang yang menyita waktu serta tenaga. Namun, sejauh apa pun jarak yang memisahkannya dari rumah, pikirannya tak pernah benar-benar pergi. Setiap pagi dan malam, hal pertama yang ia lakukan adalah memeriksa ponsel. Bukan untuk urusan pekerjaan, melainkan untuk memastikan keadaan rumah baik-baik saja—terutama Rama dan Sinta. Ia rutin menghubungi Mila, menanyakan hal-hal kecil yang mungkin terdengar sepele bagi orang lain. “Rama pulang jam berapa tadi malam?” “Sinta udah makan?” “Mereka berantem nggak hari ini?” Mila, yang sudah terbiasa dengan kebiasaan suaminya itu, hanya bisa menghela napas sambil menjawab satu per satu. Baginya, Damar memang selalu

