Kesempurnaan dalam rumah tangga itu nyaris tidak ada. Saat orang lain memiliki kelebihan, maka di sisi lain pasti terselip kekurangan. Begitu pula yang terjadi dalam rumah tangga Mila dan Damar. Mereka tidak pernah kekurangan dalam hal materi. Kehidupan mapan, rumah yang nyaman, kendaraan yang memadai, serta pekerjaan yang stabil membuat mereka kerap dianggap sebagai pasangan ideal oleh lingkungan sekitar. Namun, di balik semua kelimpahan itu, ada satu ruang kosong yang tak pernah benar-benar terisi: kehadiran seorang anak. Tahun-tahun pernikahan mereka telah berlalu dengan begitu cepat. Di awal pernikahan, harapan itu masih tumbuh subur. Mila rajin menghitung masa subur, memeriksakan diri ke dokter, dan menjalani berbagai terapi. Damar pun setia mendampingi, meski sering kali lelah setel

