Rafa 13

2472 Kata

Tidak terasa waktu sudah berjalan begitu cepat. Jam di ponsel Rafa menunjukkan hampir pukul sebelas malam. Udara malam terasa lebih dingin sekarang. Lampu taman tempat mereka duduk memancarkan cahaya lembut, sementara beberapa orang yang tadi masih ramai mulai berkurang satu per satu. Kaima duduk di bangku taman dengan boneka beruang besar di pangkuannya. Ia memeluknya sambil mengayunkan kakinya pelan. Sementara Rafa berdiri di depan bangku itu, memperhatikan jalan yang mulai lengang. Kaima menatap langit sebentar lalu tertawa kecil. “Lucu ya.” Rafa meliriknya. “Apa.” Kaima memeluk boneka itu lebih erat. “Harusnya malam minggu kita di mall.” Rafa tidak membantah. Memang awalnya ia berpikir seperti itu. Nonton di bioskop, lalu makan di restoran yang rapi dan tenang. Hal yang bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN