Rafa 14

3162 Kata

Hari pertama Rafa masih menganggap semuanya biasa saja. Pagi itu, seperti beberapa hari sebelumnya, Rafa secara refleks membuka ponselnya begitu bangun tidur. Jarinya langsung menuju aplikasi pesan, seolah sudah terbiasa menunggu satu nama muncul di layar. Kaima. Biasanya, gadis itu sudah mengirim lebih dari lima pesan bahkan sebelum Rafa benar-benar sadar sepenuhnya. “Selamat pagi, pacar.” “Aku lagi minum obat nih.” “Eh kamu udah bangun belum sih?” “Kalau belum bangun, bangun ya… nanti telat kerja.” Dan beberapa pesan lain yang sering kali membuat Rafa mengernyit sekaligus tersenyum kecil. Namun pagi itu… Kosong. Tidak ada satu pun pesan baru. Rafa sempat menatap layar beberapa detik lebih lama dari biasanya. Mungkin dia masih tidur. Ia mencoba berpikir santai. Lagipula Kaima

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN