Damar 38

2824 Kata

Gosip itu awalnya hanya terdengar seperti angin lalu. Damar bahkan tidak benar-benar mendengarkannya. Ia hanya menangkap sekilas bisik-bisik Mila di telepon dengan salah satu temannya. “…iya, katanya mereka sering pergi berdua…” “…bukan, bukan cuma itu. Kata anak sekolahnya, mereka kelihatan seperti pacaran…” Damar menghela napas panjang, lalu melipat korannya. “Anak sekarang memang aneh-aneh,” gumamnya datar. Baginya, itu hanya kenakalan remaja. Kedekatan yang mungkin berlebihan, tapi tetap dalam batas wajar. Bagaimanapun, Rama dan Sinta tumbuh bersama. Wajar kalau mereka dekat. Sangat wajar. Dan Damar ingin mempercayai itu. Sampai akhirnya, sesuatu mulai terasa… tidak wajar. — Sore itu, Damar pulang lebih cepat dari biasanya. Rumah tampak sepi. Ia melewati kamar Sinta yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN