Rafa berdiri di samping tempat tidur Kaima dengan pikiran yang penuh. Beberapa hari yang lalu… bahkan beberapa jam yang lalu… ia sudah memutuskan sesuatu dalam hatinya. Ia ingin menolak perjodohan ini. Dengan cara baik-baik. Tanpa drama. Tanpa menyakiti siapa pun. Rafa tidak ingin kehidupan yang rumit. Ia tidak ingin menjalani rumah tangga tanpa cinta. Tidak ingin terjebak dalam pernikahan yang hanya karena kewajiban keluarga. Semuanya sudah ia pikirkan dengan matang. Namun keadaan malam ini justru berjalan sangat berbeda dari rencananya. Di hadapannya sekarang… Kaima terbaring lemah di tempat tidur. Wajahnya pucat. Matanya terlihat lelah. Wanita yang biasanya selalu usil dan cerewet itu kini terlihat sangat rapuh. Tangan Kaima masih memegang ujung lengan baju Rafa dengan l

