Pagi itu matahari bahkan belum sepenuhnya naik ketika Rafa membuka matanya. Cahaya pagi masih samar menembus tirai kamar, membuat ruangan terasa tenang dan dingin. Ia masih setengah mengantuk ketika suara notifikasi pesan terdengar dari ponselnya yang tergeletak di meja samping tempat tidur. Rafa mengerutkan alis pelan. Siapa yang mengirim pesan sepagi ini? Dengan mata yang masih berat, ia meraih ponselnya lalu membuka layar. Nama yang muncul membuatnya sedikit terdiam. Kaima. Rafa membuka pesan itu. Pesan pertama muncul di layar. Hai pacar.. Sudah bangun? Rafa menghela napas kecil. Bahkan membaca kata pacar saja masih terasa aneh baginya. Ia menggulir layar. Pesan berikutnya muncul. Aku udah nih.. Lagi minum obat. Hehe Rafa menatap layar itu beberapa detik. Jam di sudut la

