“Kak Rama, hari ini ada acara?” Suara lembut itu membuat Rama mendongak dari meja belajarnya. Sinta berdiri di ambang pintu kelas, seragamnya rapi, rambut hitamnya tergerai sederhana, namun auranya begitu mencuri perhatian. Seketika, beberapa pasang mata di dalam kelas ikut menoleh. Kedatangan Sinta memang selalu menyita perhatian. Bukan hanya karena parasnya yang cantik, tetapi juga karena sikapnya yang santun, tutur katanya yang halus, dan reputasinya sebagai siswi berprestasi. Banyak yang mengenalnya sebagai gadis cerdas, ramah, dan rendah hati. Perpaduan yang membuatnya tampak bersinar tanpa perlu usaha berlebihan. Rama terdiam sesaat. Ada rasa bangga yang tak bisa ia sembunyikan, bercampur dengan naluri protektif yang otomatis muncul setiap kali Sinta berada di tempat ramai seper

