Rafa menatap Kaima cukup lama setelah kalimat itu keluar dari bibir wanita tersebut. Asap rokok perlahan keluar dari mulutnya, namun pikirannya justru semakin penuh. “Kamu bicara seolah semuanya mudah,” ucap Rafa akhirnya. Nada suaranya tidak keras, tapi jelas terdengar tidak setuju. Kaima mengangkat bahu santai. “Memang nggak mudah.” Ia menatap ujung rokok di tangan Rafa sebentar sebelum berkata lagi, “Makanya kamu sampai merokok.” Rafa menghela napas pelan. “Aku tidak merokok karena kamu.” Kaima tersenyum kecil. “Baguslah.” Beberapa detik mereka kembali diam. Angin malam membuat daun-daun di taman bergerak pelan, menambah suasana yang agak sunyi di antara mereka. Kaima lalu bersandar ringan pada pagar taman. “Rafa…” Pria itu menoleh sedikit. “Kalau kamu benar-benar nggak

