Hari-hari setelah makan malam itu berjalan seperti biasa… setidaknya dari luar terlihat biasa. Rafa tetap berangkat ke kantor setiap pagi, menghadiri rapat, menandatangani berkas, dan mengurus banyak hal yang menjadi tanggung jawabnya sebagai pewaris perusahaan keluarga. Tidak ada yang benar-benar berubah. Namun ada satu hal kecil yang tanpa disadari mulai menjadi bagian dari rutinitasnya. Bunga itu. Bunga segar yang beberapa hari lalu dikirim Kaima ke ruang kerjanya masih diletakkan di dekat rak buku. Awalnya Rafa bahkan sempat ingin membuangnya. Ia tidak pernah meminta bunga itu. Dan Kaima juga tidak pernah mengatakan Rafa harus merawatnya. Bahkan wanita itu tidak ada di kantor untuk melihat apa yang Rafa lakukan. Namun entah sejak kapan… Setiap pagi saat tiba di ruang kerjanya

