Rafa 22

3068 Kata

Rafa mendorong pintu itu lebih lebar. Ia tidak lagi ragu. Tidak lagi menahan diri. Langkahnya masuk perlahan ke dalam kamar Kaima, tapi perasaannya berlari jauh lebih cepat dari itu. Tatapannya langsung tertuju pada sosok wanita yang berdiri di hadapannya—rapuh, pucat, tapi masih berusaha terlihat kuat. Tanpa banyak kata, Rafa mendekat. Dan dalam satu tarikan napas— ia memeluk Kaima. Erat. Sangat erat. Seolah takut wanita itu akan hilang jika ia melepasnya. Kaima sedikit terkejut, tubuhnya sempat kaku. Namun beberapa detik kemudian, ia perlahan membalas pelukan itu. Tangannya melingkar di punggung Rafa, tidak sekuat Rafa memeluknya… tapi cukup untuk menunjukkan bahwa ia tidak menolak. Rafa menundukkan wajahnya. Mencium puncak kepala Kaima dengan lembut. Satu kali. Lalu sekali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN