Rafa 25

2768 Kata

Rasa takut itu… perlahan berpindah. Bukan lagi hanya milik Kaima. Kini Rafa pun merasakannya. Bukan takut yang berisik. Bukan yang diucapkan keras-keras. Tapi yang diam. Yang muncul tiba-tiba di sela waktu. Yang membuat d**a terasa sesak tanpa alasan yang jelas. Sejak hari itu, sejak melihat sendiri bagaimana Kaima menahan sakit tanpa banyak keluh—sesuatu di dalam diri Rafa berubah sepenuhnya. Waktu… tidak lagi terasa panjang. Justru sebaliknya. Terlalu cepat. Terlalu sempit. Dan itu membuatnya ingin melakukan satu hal— mengisi setiap detiknya bersama Kaima. Hari-hari Rafa kini berjalan dengan pola yang hampir sama. Pagi, ia bangun lebih awal. Sempatkan diri menelpon Kaima sebelum berangkat kerja, hanya untuk memastikan wanita itu sudah bangun, sudah minum obat, atau seka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN