Rafa 30

3186 Kata

Dua hari di Bandung yang seharusnya terasa singkat, justru berubah menjadi waktu yang terasa begitu panjang bagi Rafa. Hari pertama dimulai dengan kesibukan yang padat. Rapat demi rapat, diskusi yang tidak ada jeda, dan berbagai keputusan yang harus segera diambil. Secara logika, ini adalah hal yang biasa bagi Rafa. Ia terbiasa dengan tekanan pekerjaan, terbiasa berpikir cepat, dan terbiasa menyelesaikan masalah tanpa banyak emosi. Namun kali ini… ada sesuatu yang berbeda. Pikirannya tidak sepenuhnya berada di sana. Beberapa kali, saat seseorang berbicara di hadapannya, Rafa harus menahan diri untuk benar-benar fokus. Ia mendengar, tapi tidak sepenuhnya menyerap. Ada bagian dari dirinya yang terus melayang… kembali pada satu sosok yang sama. Kaima. Ia duduk di kursinya, menatap layar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN