Siapa sangka kini Kalandra yang biasa berdiri tegak dengan julukan Jenderal Lautan, dengan jabatan Deputi Intelijen Maritim dan pangkat Laksamana Pertama merebahkan kepalanya di pangkuan Marsha yang duduk di sofa, tubuhnya luluh seperti ombak yang akhirnya berhenti menghantam karang. Tangan Marsha mengelus rambutnya perlahan, ritmis, menenangkan, seolah menambatkan kapal yang lelah kembali ke dermaga. Hening menggantung di antara mereka, bukan hening yang kosong, melainkan hening yang sarat penuh tarikan napas yang disimpan, doa yang tak diucapkan, dan kelelahan yang akhirnya diberi izin untuk beristirahat. Di dalam diam itu, pangkat, gelar, dan dunia di luar mengendap yang tersisa hanya dua manusia yang saling menjaga agar tidak runtuh sepenuhnya. “Apa yang akan kamu lakukan jika saya k

