“Selamat sore, dr. Rain,” sapa Echi – receptionist di lantai tujuh sebuah gedung pencakar langit. AirlanggaCode Headquarter, hari kedua ditahun yang baru, tepat pukul tiga petang. “Sore,” jawab gue. “Langsung saja, Dok,” ujarnya mempersilahkan. “Zia sudah selesai meeting-nya?” “Sudah, Dok.” “Pak Bisma masih di sini?” tanya gue lagi. “Oh, kalau beliau lanjut meeting dengan development team.” “I see. Ya sudah, saya ke kantor istri saya.” “Baik, Dok.” Gue menjauh dari konter front line, mengikuti jalur di sisi kanan, lalu mendorong pintu kaca gelap di hadapan gue. Melangkah di bagian dalam kantor, suasana unik dari kantor yang mengadopsi gaya industrial ini kental terasa. Koridor luas dengan lantai dan dinding beton menyambut. Dedaunan artificial yang terkesan hijau subur menjuntai