Bab 95 - Selangkah Lagi

2160 Kata

Apa Hanna salah paham karena ada suara wanita? Satya berpikir seperti itu bukan tanpa alasan. Sambungan telepon yang semula tersambung mendadak Hanna putuskan begitu saja. Padahal Hanna sendiri yang bilang mau bicara sesuatu. Kira-kira mau bicara apa? “Handuknya baru selesai di-laundry. Belum saya simpan lagi ke tempatnya,” ucap Satya sambil membawa handuk-handuk yang masih terbungkus rapi. “Nih, masih di-packing,” lanjutnya seraya menyerahkan benda yang Bina cari. “Makasih ya, Pak. Maaf ganggu deh jadinya.” “Enggak ganggu, kok,” jawab Satya. “Tapi kenapa tiba-tiba pengen berenang?” “Itu tokoh utama di film yang aku tonton kayaknya asyik banget berenang. Aku jadi pengen ikutan berenang,” jujur Bina. “Mungkin nggak akan menggebu-gebu kalau nggak ada kolam di sini. Masalahnya ada, jadi a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN