Mandul - 10

1296 Kata

Gilang mengembuskan napas pelan, panjang, seakan ingin mengeluarkan semua sesak yang sejak kemarin menyimpan tempat di dadanya. Hamparan kebun terong di depannya berkilau terkena matahari sore; deretan daun hijau itu biasanya menenangkan, tetapi sore ini rasanya seperti pemandangan yang ia tatap tanpa benar-benar melihat. Setiap kali ingat Zahra, pikirannya kacau lagi. Tiga kali. Tiga kali ketemu dalam keadaan yang nggak pernah direncanain. Dan dalam tiga pertemuan itu, Gilang melihat hal yang sama, hal yang membuat dadanya terus tertarik ke belakang. Ketidakbahagiaan. Ada sesuatu di mata Zahra yang dulu tidak pernah ada: lelah yang terlalu dalam, sedih yang terlalu rapi ia sembunyikan. Gilang meremas tanah di genggaman, merasai dinginnya. Ia ingin menemui Zahra. Ingin memastikan dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN