Mandul - 11

1206 Kata

Bu Asni membuka mulut, ingin mengatakan sesuatu, tetapi kata-katanya tertahan di tenggorokan. Udara di antara mereka terasa begitu pekat, sarat dengan sesuatu yang tidak ingin ia akui, namun tak bisa ia sangkal. “Gue tahu kenapa lu memaksa Tine menceraikan gue…” suara Gilang berat, napasnya memburu di antara amarah yang tak terbendung. Tatapannya menusuk tajam ke arah Bu Asni, yang kini terlihat sedikit goyah dalam ketakutan. “Bukan karena gue tak bisa membahagiakannya…” lanjutnya, suaranya merendah namun penuh tekanan. “Tapi lu sakit hati… karena berkali-kali meminta ingin dientot sama gue, tapi gue selalu menolaknya. Dasar mertua l***e, lu!” Suasana di dalam gubuk itu mendadak senyap. Hanya terdengar suara napas mereka yang memburu. Bu Asni menelan ludah, matanya berkedip cepat, seola

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN