Mandul - 12

1258 Kata

Siang itu kantor terasa tenang, namun pikiran Pak Arya jauh dari tenang. Ia duduk di balik meja kerjanya, menatap laporan kuartal yang terbuka tapi tak benar-benar ia lihat. Bukan angka yang memenuhi kepalanya, melainkan wajah Zahra, menantunya, yang beberapa minggu ini terus menghantui pikirannya. Bukan karena pesona Zahra, tapi rasa tak nyaman yang makin tumbuh: kasihan, ingin melindungi. Ia bisa membaca ada yang tak beres di rumah tangga anaknya. Zahra tampak sering menunduk, Fadlan makin sulit diajak bicara. Setiap percakapan di rumah, dengan istrinya maupun dengan Zahra, membuat hatinya semakin gelisah. Dan perlahan ia yakin, mungkin selama ini bukan Zahra yang bermasalah, melainkan Fadlan. Ia pun menelpon Fadlan untuk datang. Sambil menunggu, pikirannya kembali pada masa lalu yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN