“Jangan pernah berani meninggalkanku, karena kemanapun kamu pergi, aku akan selalu mengejarmu dan membawamu kembali ke dalam pelukanku.” *** Ini hari kedua, Erlangga menunggu Qiana di rumah sakit. Setelah operasi sukses, Qiana dinyatakan koma. Sekarang gadis itu sedang tertidur lelap ruangannya. Tak sedikit pun Erlangga meninggalkannya, ia menunggunya dengan setia, meski kedua orang tua Qiana sudah menyuruhnya pulang. Bahkan Erlangga sudah dua hari tidak masuk sekolah, ia tidak peduli jika akhirnya ia tidak naik kelas lagi. Mengenai masalah kedua orang tua Qiana marah atau tidak, ketika melihat anak semata wayangnya hampir tak bernyawa, tentu saja mereka sangat marah. Bahkan, Adam hampir saja menghajar Prayoga, tapi Eva mencegahnya. Beliau tidak suka ada keributan di rum