Melalui perjalanan dengan diam, mereka tahu Shera sedang mati-matian menahan rasa sakitnya. Tidak ada seorangpun yang ingin mengotori tangannya dengan darah, jika bukan karena sudah terlalu tersakiti. Kehilangan adalah hal paling menyakitkan dalam hidup, apalagi seperti Shera yang dipaksa merelakan kematian dua orang tercintanya dengan cara yang tidak manusiawi. Dia orang baik, kelakuan mereka lah yang membuatnya terpaksa jadi jahat. Terbayang tidak bagaimana perasaannya, juga perang batinnya ketika memutuskan untuk menjadi seorang pembunuh? Tidak gampang, tapi meski nantinya harus menanggung beban mental dia tetap memilih keputusan sulit ini. Tidak apa, itu jauh lebih baik daripada seumur hidup dia tersiksa oleh sakit hati dan bayang-bayang penderitaan suami juga ibunya, saat harus mereg

