Bab.109 Derita Cello

1825 Kata

Semua mata menoleh ke Cello dan Daren yang saling melotot dengan gerutuan mereka yang tidak jelas. Cello mencengkram paha Daren sambil mendesis seperti orang kepedasan, sedang Daren meringis mencoba menepis tangan Cello. Persis anak kecil sedang berantem, keduanya sama-sama mendelik dan saling sontok. Mereka pikir Cello mulai berkelakuan aneh karena takut melihat Cakra kena siksa dan juga darah. Sama sekali tidak ada yang paham kecuali Daren, jika sahabatnya itu sedang kelicatan menahan panas akibat olesan balsem dan tempelan koyo cabe di pusarnya. “Panas!” keluhnya kembali mendesis, tapi Daren malah ngakak. “Kalau nggak panas mana mempan! Tuh, buktinya kamu tidak mual kan?” elaknya. “Sialan! Gimana mau mual perutku saja rasanya seperti disetrika?! Nanti kalau panasnya merambat turun g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN