Bab.110 Akhir Dendam Shera

1940 Kata

Cello melengos buang muka tidak berani menatap kearah depan. Bayangkan betapa tersiksanya dia harus menahan mual dan panas di perutnya secara bersamaan. Gila, mereka tidak menyangka Shera benar-benar akan menghabisi Cakra sesadis itu dengan tangannya sendiri. Sosok Shera yang selama ini dikenal tangguh, ramah dan ibu yang penyayang seketika menghilang berganti satu definisi kata saja, badas. “Suminah yang ini kan?” tanya Nova yang kebetulan bertatap muka lagi dengan Cello itu menunjukkan ponselnya. “Bukan, Suminah yang itu bahkan tidak semenyebalkan kamu!” jawab Cello judes. “Berarti kalau ada penghargaan aku pasti lebih berkesempatan menang dari dia. Iya kan?” ucap Nova tersenyum bangga. “Jack …,” panggil Cello. “Iya ….” “Masih banyak ruang kosong, kandangin sebentar itu si Suminah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN