Shera terkekeh mendengar jawaban konyol Liam. Bukan delapan jam, tapi delapan menit karena komplek perumahan mereka memang berdekatan. Masuk ke ruang khusus security, Jeje menyeret wanita itu duduk di kursi dan menuding penuh peringatan supaya mulutnya tidak asal berteriak lagi. Sementara Shera dan yang lain duduk di seberang meja. Saling tatap, Shera yang tenang dengan senyum senangnya dan Farida yang mendelik sengit. “Apa maumu datang kesini? Kita tidak kenal, apalagi punya masalah. Jadi jangan coba-coba membuat keributan di rumah sakitku! Menghadapi biang kerok yang kasar dan tidak tahu sopan sepertimu, aku tidak akan berpikir dua kali memanggil polisi untuk menyeretmu keluar!” ucap Dokter Sifa mulai menunjukkan taringnya. “Tadinya aku kesini mau membawa anakku yang barusan dipukuli p

