45. Pengakuan

1809 Kata

Di kantor dan Kiran harus mulai bersikap profesional layaknya sebagai karyawan pada umumnya. Urusan pribadi harus dikesampingkan karena sudah banyak pekerjaan menantinya. Sama halnya ketika dia selepas berduka setelah meninggalnya sang ayah tercinta, Kiran tetap harus menjalankan apa yang sudah menjadi tugasnya. Pun halnya dengan masalah yang tengah dihadapinya bersama Elang sekarang. Meski pikiran berkecamuk dan bercabang ke mana-mana, nyatanya banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan, sejenak melupakan permasalahan hidup yang harus dihadapi. "Ehem!" Deheman itu cukup kencang sampai Kiran langsung mendongak menolehkan kepala dari layar komputer pada sosok yang tengah berdiri di ambang kubikelnya. Kebiasaan Hans ketika menampakkan diri yaitu berdehem demi memberitahu pada Kiran bahwa a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN