Raungan suara motor milik Elang terdengar memekakkan telinga di petang ini ketika pemuda itu sampai di rumah yang ditinggalinya bersama sang istri. Kiran sendiri yang memang masih terjaga bahkan baru saja mandi dan masih duduk di pinggiran ranjang bermain ponsel membalas beberapa chat yang Hans kirimkan, hanya bisa menghela napas panjang ketika menyadari bahwa sedari tadi rupanya suami berondongnya itu memang keluar rumah. Kiran memang tidak mengetahui kapan Elang pergi. Yang jelas saat ini telinganya mendengar suara pintu depan yang dibuka dari luar. Tak ada niat bagi Kiran untuk keluar dan bertemu dengan Elang. Mungkin tidak sekarang karena Kiran belum siap. Hatinya masih terlalu rapuh. Rasa malu karena Elang berhasil menjamah tubuhnya, juga rasa takut bagaimana andai kata dia hamil kare

