Mey tidak menjawab ungkapan cinta Fardan. Mey hanya diam saja. Mey tidak ingin memikirkannya. Bagi Mey sikap Fardan yang baik kepadanya sudah cukup. Lagi pula pernikahan mereka hanya sementara. Mey tidak ingin berharap lebih kepada Fardan. Mey sadar diri harus ikhlas menerima perpisahan jika tiba waktunya. Mey memilih untuk memejamkan mata. Masih ada waktu istirahat bagi mereka berdua. Sebelum waktunya berangkat ke masjid untuk salat Jumat. Mey terbangun. Fardan tidak ada lagi di sampingnya. Terdengar suara air jatuh di kamar mandi. Itu artinya Fardan sudah mandi. Mey duduk di atas kasur. Menunggu Fardan ke luar dari kamar mandi. Pintu kamar mandi terbuka. Fardan muncul disana hanya mengenakan handuk di pinggang. Mey berlari kecil menuju pintu kamar mandi. Fardan tertawa setiap Mey mel