Fardan memarkir mobil didepan toko bunga. Kemudian turun dari mobilnya. Orang-orang yang berada di dalam toko bunga menatapnya. Mereka mengagumi ketampanannya. Fardan mendekati Mey yang sedang merangkai bunga. Mey mencium punggung tangan Fardan. "Kok cepat pulang?" Tanya Mey. "Kangen," bisik Fardan. Wajah Mey memerah. Tapi hanya Mey sendiri yang tahu. Fardan masuk ke ruang tamu, kemudian duduk disofa ruang tamu. Mey menyelesaikan merangkai bunga. Setelah itu mendekati Fardan. "Abang ingin minum apa?" Tanya Mey. "Es jeruk saja," Jawab Fardan. "Tunggu sebentar ya aku buatkan." "Iya." Mey melangkah menuju dapur. Sementara Fardan bangkit dari duduknya. Fardan ke toko bunga. Mungkin ada yang bisa ia bantu. "Mas karyawan disini?" Tanya seorang pengunjung wanita. "Istri saya b