Evelyn menoleh dan mendapati Damian berdiri tak jauh darinya. Kemeja abu-abu yang melekat sempurna pada tubuh Damian, membuat tampilan pria itu semakin elegan. Evelyn menggigit bibir, sebab teringat akan ciumannya dengan sang dosen. 'Eve. Hentikan pikiran kotormu! Kamu 'kan bukan pertama kali ciuman sama cowok. Jadi nggak usah norak deh.' Maki Evelyn di dalam hati. "Kamu sakit?" tanya Damian yang menarik kesadaran Evelyn. "Saya kena flu sejak semalam," jawab Evelyn singkat. "Apa semalam kamu pergi ke klub lagi?" tanya Damian dengan nada curiga. "Kenapa Bapak bisa berpikir seperti itu?" Evelyn balik bertanya dengan nada dingin. "Siapa tahu saja karena kesal kamu jadi pergi ke klub untuk minum-minum dan mencium orang sembarangan," ucap Damian dengan santai. Namun bukannya kesal, Ev

