Setelah keruntuhan Baskoro, suasana di penthouse District 8 seharusnya menjadi tenang. Namun, bagi Aryan Wiratama, ketenangan adalah kemewahan yang sudah sirna. Sejak Ghea dan Claudia resmi menetap di sana, apartemen mewahnya yang dulu sesunyi perpustakaan, kini berubah menjadi markas komando "dua bocah ajaib" yang frekuensi otaknya seringkali tidak sinkron dengan logika manusia normal. Pagi itu, Aryan sedang duduk di meja makan, mencoba menikmati kopi hitamnya sambil membaca laporan saham. Ia memakai kemeja putih dengan dua kancing teratas terbuka—penampilan yang menurut Ghea adalah "Ilegal dan Meresahkan". "Selamat pagi, Chief! Selamat pagi, Papa dari masa depanku!" Ghea muncul dari arah dapur dengan celemek bunga-bintang yang entah ia dapatkan dari mana. Ia menaruh sepiring nasi

