Bab 28

1190 Kata

BAB 28: Tatapan Sang Kaisar Suasana kemeriahan di penthouse mendadak menguap, digantikan oleh ketegangan yang sanggup membekukan aliran darah. Bapak Wiratama Senior melangkah masuk dengan tongkat kayu jati berkepala perak. Setiap ketukannya di lantai marmer terdengar seperti lonceng kematian bagi nyali siapa pun yang mendengar. Aryan yang tadinya nampak santai, seketika menegakkan punggungnya. Aura "Boss Besar" yang biasanya ia tunjukkan pada karyawan, mendadak luntur menjadi aura seorang anak yang sedang berhadapan dengan otoritas tertinggi. "Papa... kenapa tidak memberi kabar kalau mau datang?" tanya Aryan, suaranya tetap tenang namun ada nada kewaspadaan di sana. Wiratama Senior tidak menjawab. Matanya yang tajam seperti elang menyapu ruangan, melewati para tamu yang kini tertunduk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN