BAB 27: Tamu Mewah di Gang Sempit Pukul sembilan malam di kawasan kost-an daerah belakang kampus. Suasana sangat kontras dengan ketenangan penthouse District 8. Suara knalpot motor yang menderu, teriakan abang tukang bakso, dan aroma selokan yang khas menemani Ghea yang sedang termenung di depan laptopnya. Ghea menyentuh liontin huruf 'A' di lehernya. "A itu Aryan... A itu Aneh... A itu Aku kangen banget," gumamnya tak jelas. Tiba-tiba, grup w******p penghuni kost-an ramai. “Woi, ada mobil Mercedes-Maybach hitam masuk ke gang kita! Nyangkut nggak tuh? Gila, mewah banget!” Jantung Ghea berhenti berdetak sesaat. Enggak mungkin, kan? Ia segera lari menuju balkon kecil di lantai dua. Benar saja, sebuah mobil hitam mengkilap yang harganya setara dengan seluruh bangunan kost-an itu sedang

