Bab 39

1472 Kata

BAB 39: Singa yang Terusik Suasana di dalam penthouse terasa sedikit berbeda bagi Ghea. Meski kain-kain indah masih berserakan di ruang tengah, ia menyadari bahwa jumlah pria berpakaian batik yang berdiri di depan pintu masuk dan di area lobi lift bertambah dua kali lipat. Bahkan, saat Ibu Sumi ingin turun ke minimarket bawah hanya untuk membeli santan, dua orang staf keamanan dengan sigap menawarkan diri untuk mengantar. "Ghe, itu si Nak Aryan kenapa jadi protektif banget? Ibuk berasa jadi istri pejabat, mau beli santan aja dikawal," keluh Ibu Sumi sambil menaruh belanjaannya di meja dapur. Ghea mengerutkan kening. "Mungkin karena berita di TV kemarin itu, Buk. Pak Aryan nggak mau ada wartawan yang ganggu Ibuk lagi." Ghea mencoba meyakinkan dirinya sendiri, namun instingnya berkata la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN