Insting seorang Ayah

957 Kata

Di dalam apartemen, keheningan menyelimuti Aryan dan Ghea setelah pintu lift tertutup. Aryan masih menunduk, namun tiba-tiba ia mendongak dengan sentakan. Matanya yang tadinya layu berubah menjadi waspada, seolah ada radar di kepalanya yang menangkap sinyal bahaya. "Dia pulang naik apa?" tanya Aryan tiba-tiba. Suaranya tidak lagi lesu, melainkan penuh kecemasan yang mendesak. Ghea tersentak. "Tadi... tadi dia bilang mau naik bus atau ojek, Pak. Dia menolak saya pesankan taksi. Dia tidak mau menyentuh apa pun yang dibayar dengan uang Bapak." Aryan melihat jam di dinding. Pukul 22.30. Kawasan ini memang terang di jalur utama, tapi halte bus terdekat berada di area yang sedang dalam perbaikan lampu jalan. Sisi gelap Sudirman di jam segini bisa menjadi tempat yang sangat kejam bagi seorang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN