59

1005 Kata

Panji semakin sering datang ke Ruko milik Maura. Mereka memang masih terikat dalam perkawinan yang SAH di mata agama. Respon Pandu pun sangat menerima Panji. Bahkan jika Panji datang terlambat. Ia akan merajuk dan tidak mau makan malam. "Om Papah belum datang, Ma?" tanya Pandu yang sejak tadi bolak balik ke kamar dan ke dapur untuk bertanya pada Maura. Di tangannya ada sebuah buku gambar dan di tangan yang lain memegang pinsil warna pemberian Panji beberapa waktu yang lalu. Maura menoleh ke arah Pandu dan tersenyum lebar. "Nanti juga datang, sayang .... Tunggu saja," jawab Maura begitu menenangkan. Namanya juga anak kecil selalu tidak sabaran dan malas menunggu lama. Melihat waktu seperti menunggu bertahun -tahun. Terlalu lama. "Dari tadi hanya nanti dan nanti," ucap Pandu kesal dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN