110

1158 Kata

Michell menarik handle pintu. Ia berlari secepat mungkin, masuk ke dalam rumah neneknya. “Omaa Nisaaaa!” teriak Michell. Ia akan mengadukan sikap tak manusiawi anak yang telah wanita itu lahirkan. Michell tak peduli dengan asas sopan santun. Omanya harus tahu jika sang putra tidak pernah berubah. “Abang hanya menambah masalah.. Lihat! Anak itu pasti ngadu ke Bunda.” Ujar Arsa sembari memperhatikan punggung Michell. “Diam kamu!” hardik Dipta. “Bisa-bisanya kamu cuman diem aja lihat Abang dikata-katain sama anak durhaka itu!” amuknya membuat Arsa menghembuskan nafas. Arsa sudah menduganya. Ikut campur atau pun tidak, pada akhirnya ia juga akan mendapatkan amarah sang kakak. Arsa menunggu Dipta turun terlebih dahulu. Ia meninggalkan mobil setelah kakak laki-lakinya masuk ke dalam rumah ora

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN