“Papa bisa masuk sendiri Arsa. Terimakasih untuk hari ini ya.” Keduanya berpisah dengan Sadewa setelah sampai. Papa mertuanya mengatakan jia Ariana membutuhkan istirahat. Wanita tercinta mereka itu masih terlihat sangat terpukul dengan serangan Sadewo. Sepanjang perjalanan, Ariana hanya menangis dipelukan Sadewa tanpa mengatakan sepatah kata pun. Arsa membuka pintu rumah. Ia melihat Isyana dan Jackson bermain bersama salah satu wanita yang tidak ia kenali. Arsa membawa Ariana masuk ke dalam kamar. Memastikan Isyana tak menyadari keadaan hancur mamanya terlalu lama. “Papa Mama sakit ya?” tanya Isyana. Gadis itu ternyata mengekor dibelakang Arsa. Arsa membaringkan tubuh Ariana ke atas ranjang. Ia menarik selimut sebatas da*da, mendaratkan ciuman dipelipis sang istri. “Sebentar ya. Aku uru

