143

1111 Kata

Arsa memeluk erat tubuh Ariana. Satu tangannya terus membelai rambut sang istri. Ia akan pastikan jika Sadewo membayar kesakitan Ariana hari ini. Pria gila itu benar-benar sudah tidak waras. Bagaimana bisa ia membuat ulah di saat ibunya akan dimakamkan. “Sayang sakit ya?” Bodoh! Harusnya ia tak bertanya. “Ssst... Aku disini Ariana. Maaf karena nggak bisa menyelamatkan kamu tadi.” Sesal Arsa. Ia membiarkan Ariana menangis selama yang istrinya mau. Wanitanya pasti sangat syok mendapat serangan tiba-tiba tadi. “Ada aku disini..” bisik Arsa meyakinkan Ariana bahwa ia berada tepat disamping wanita itu. Kejadian naas tadi membuat Ariana tak dapat menyampaikan salam terakhirnya untuk sang oma. Pada pertemuan terakhir siang tadi mereka bahkan masih bertengkar. Tak ada memori yang terekam baik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN