161

1186 Kata

“Menurut kamu bakal jadi milik siapa semua kerja keras ayah ini kalau kami meninggal?!” Arsa menundukan kepala. Miliknya. Ayahnya selalu berkata demikian. Sejak ia kecil Farhan Darmawan telah menyiapkan segala hal untuk dirinya. Termasuk rumah yang saat ini mereka pijaki. “Ini rumah Adek..” ujar Farhan. “Berapa kali ayah bilang. Kami yang numpang sama Adek.” Pria lemah lembut itu terdengar kecewa. “Adek udah bikin sedih Ayah sewaktu memutuskan bangun rumah disamping. Sekarang Adek mau pergi dan bikin rumah kalian sendiri. Kami gimana Dek? Abang sudah punya istananya sendiri sama Kakak. Setelah kami nggak ada siapa yang akan rawat rumah ini?” tanya Farhan memelas. Arsa adalah satu-satunya yang Farhan miliki setelah Dipta memutuskan untuk hengkang puluhan tahun lalu. “Jelasin sama Ayah k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN